Ku sandarkan bahu ku di atas tempat tidur.
Memandangi atap yang mulai rapuh. Sunyi..senyap. tak ada siapapun di sini. Lama
aku bersemayam dengan sepi dan Tanpa sengaja pandanganku tertuju pada foto yang
bertengger di atas meja belajarku. Ya..itu foto kita sahabat. Saat di mana
hanya kita yang menjadi actor utama, saat di mana hangat sinar mentari
menyapa kita..saat di mana kilau cahaya bintang masih bisa kita tatap..dan saat
di mana rinai hujan menjadi saksi persahabatan kita..
Sekarang semua sudah berbeda.. di ubah oleh
keadaan..entah apa yang membuat kita seperti ini. Kita seakan-akan saling
menyakiti. Masalah. Ya..kebanyakan orang menyebutnya seperti itu. Masalah
? aku tak tahu apakah aku bodoh atau hanya ilusi ku saja. Tapi yang paasti,
sampai sekarang aku tak menemukan jawaban dari Masalah itu..
Waktu merangkak jauh. Meninggalkan semua tentang
kita. Ia seakan tahu jika saat ini kita sedang berjarak.
Yaa..berjarak..Semuanya berubah. Tak ada lagi senyum. Tak ada lagi tawa. Kau
mengubah pelangi di hidupku menjadi hitam putih. Flat.. tanpa warna setelah
perpisahan itu.
Perpisahan ? 1 kata yang bisa merubah segalanya..
ahh..mengingatnya pun aku enggan. Betapa tidak ? . entah sampai kapan aku akan
tahan untuk berpura-pura tegar seperti ini. Mungkin engkau bisa tertawa
lepas dengannya.. tapi tidakkah kau melihat apa yang terjadi padaku ?
aku bukan orang jahat. Begitu pun denganmu. Tapi
mengapa hal itu bias terjadi pada kita ? bukankah di luar sana orang jahat
sangat banyak ? mengapa harus kita yang mengalaminya ? mengapa keadaan tidak
berpihak pada kita ? tidakkah ia tahu rasanya berpisah ? sederet pertanyaan
muncul dalam benakku. Perpisahan telah menarik separuh kebahagiaanku. Ia
bahkan telah menyatukanku dengan air mata. Air mata yang sering jatuh tanpa aku
tahu penyebabnya.. tapi ..Seberapa pun aku menyalahkan keadaan, semuanya tidak
akan berubah.. karena kodratnya di dunia ini semuanya memiliki pasangan..
Siang..Malam
Cantik..jelek
Lapar..kenyang
Sedih..senang
Hallo..goodbye
Live..Leave
Pertemuan..perpisahan
Dan ku coba mengerti itu.Ku sela air mata
ku.. Ku tarik nafas ku dalam-dalam…memikirkan semuanya.. Kita tidak bisaseperti ini. aku harus mengambil keputusan.. melepasmu.. ya, aku harus
mengikhlaskan seseorang masuk dalam kehidupanmu untuk menggantikan
ku.. karena kebahagiaanmu tidak ada padaku.. meski Aku tau ini menyakitkan.
Tapi akan lebih menyakitkan lagi jika kita bersama.. karena Melihatmu
melengkungkan senyum bersamanya saja sudah cukup bagiku :')
Sahabat…
Kalaupun bahagiaku Harus ku ikhlaskan untuk
Lengkungan senyummu… aku akan coba.
Kalaupun bhagiaku Harus aku relakan untuk ceria di
wajah indahmu… akan aku coba.
Dan kalaupun karena kebahagiaan mu ini aku harus
menderita.. sungguh aku akan coba mengikhlaskan..
Semoga dia bisa menjagamu LEBIH dariku..
Semoga dia bisa membuatmu tersenyum Lebih dari
caraku..
Dan semoga dia bisa Mendampingimu setiap saat kau
butuh…
Aku tak tahu harus menyebutmu sebagai hadiah
atau cobaan dari Tuhan.. tapi terima kasih telah menjadi bagian di hidupku,
terima kasih telah menjadi frase hidupku walau hanya sesaat..Dan harus kamu
tahu.. kau telah terpatri dalam hatiku..menjadi sebuah bingkai yang selamanya
akan tersimpan sebagai bukti kalau kita pernah ada.. ya, pernah ada..
Di tulis di kamar, saat rumah sedang
ribut2nya -_-
30 Agustus 2012
-FADHILAH ULFAH-

0 komentar:
Posting Komentar